USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Situs Resmi KPU Diretas Hacker dari Dalam dan Luar Negeri

Milenia.id – Ancaman hacker menjadi masalah serius penyelenggara pemilu pada 17 April 2019 besok. Target serangan itu ditujukan pada situs  KPU RI.

Kabar ini dibenarkan Ketua KPU RI Arief Budiman. Bahkan, kegiatan itu selalu terjadi secara berkesinambungan.

“Kalau nyerang ke web kita memang ada terus, dan itu bisa datang dari mana-mana,” ungkap Arief saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Jika dilihat kembali, IP address alias alamat identifikasi untuk tiap perangkat komputer yang terdeteksi, datang dari luar dan dalam negeri. Tapi Arief enggan sebutkan asal negaranya.

Menurutnya itu tidak diperlukan lantaran para hacker yang menyerang belum ditangkap, dan pengungkapan asal negara dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik.

“Kalau dilihat IP addressnya itu datang dari dalam negeri, dan dari luar negeri. Saya pikir tidak perlulah disebut nama negaranya,” ujar dia, dilansir dari Tribunews.com.

Lebih lanjut dia mengatakan, tak cukup menyimpulkan dari mana serangan hacker itu berasal hanya lewat IP Addressnya saja. Karena bukan tidak mungkin IP Address terdeteksi luar negeri, namun dioperasikan oleh orang dalam negeri.

Begitu juga sebaliknya.Pernyataan Arief itu sekaligus membantah anggapan dua negara, China dan Rusia yang sedang berupaya mengganggu pesta demokrasi di Indonesia.

“Yang pakai IP Address dari luar bisa juga sebetulnya orangnya dari dalam. Jadi, tidak seperti yang diberitakan itu bahwa yang ngehack itu pasti dari situ, nggak,” tegas dia.

Katanya, para hacker yang mencoba mengganggu pelaksanaan Pemilu 2019 ini bertujuan memanipulasi dan memodifikasi isi konten sebaik mungkin untuk membuat ghost voters atau pemilih beridentitas palsu.

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More