USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Dahnil Minta Maaf ke Mahathir: Maafkan Pemerintah Kami yang Klaim Lakukan Lobi Bebaskan Siti Aisyah

Milenia.id –  Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, ikut merespons pernyataan Perdana Menteri Malaysia,Mahathir Mohamad, yang mengaku tidak tahu lobi Indonesia untuk pembebasan Siti Aisyah. Dahnil minta maaf ke Mahathir.

Lewat akun Twitter, Dahnil me-memention akun Mahatir Mohamad dan meminta maaf atas klaim lakukan lobi pembebasan Siti Aisyah yang telah dilakukan pemerintah.

“Tun Dr @chedetofficial maaf kan pemerintah kami yg klaim melakukan lobi terhdp pemerintah Malaysia terkait Siti Aisyah,” kata Dahnil.

Dalam cuitannya, Dahnil menghormati keputusan pengadilan Malaysia yang menyatakan, Siti Aisyah tidak terlibat kasus pembunuhan terhadap saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un yakni Kim Jong Nam.

“Kami menghormati keputusan pengadilan yg menyatakan tdk ada bukti SA terlibat pembunuhan,” ujar Dahnil.

Semula, Dahnil menulis soal aktivitas berbohong yang telah jadi kebiasaan dan pembebasan WNI diklaim sebagai kerja politik pemerintahan saat ini.

Yang lebih memalukan, lanjut Dahnil, klaim tersebut dibantah PM Malaysia, Mahathir Mohamad. Dahnil menyebut, bangsa Indonesia telah kehilangan wibawa akibat perilaku pemerintah seperti ini.

 “Ketika berbohong adalah kebiasaan, maka pembebasan WNI pun diklaim sbg kerja politiknya, dan yg memalukan lantas dibantah oleh Perdana Menteri Malaysia.”

“Sbg bangsa kita kehilangan wibawa oleh laku pemerintah sprt ini,” tulisnya.

Dahnil pun menyayangkan klaim soal lobi pembebasan Siti Aisyah yang ditunjukkan oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) kali ini.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu pun membandingkan dengan apa yang dilakukan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Sehingga, sambung Dahnil, tidak perlu ada bantahan dari pemerintah Malaysia soal klaim lobi yang berujung memalukan Indonesia.

 “Prilaku politik memalukan ditunjukkan scr demonstratif oleh pemerintahan Jokowi, terkait dengan klaim lobi2 pembebasan Siti Aisyah,”

 “Mengapa tdk bersikap sewajarnya sprt yg ditunjukkan Pak JK. Shg, tdk perlu ada bantahan dari Tun Dr Mahathir, yg berujung memalukan Indonesia.”

 

 

Dahnil pun kembali menegaskan, klaim pemerintah soal lobi pembebasan terdakwa pembunuhan Kim Jong Nam menjadi hoax dan langsung dibantah PM Malaysia.

Hal ini berujung pada nama baik Indonesia di mata internasional

“Produsen Hoax dan kebohongan itu nyata. Bahkan, kini hoax klaim lobi2 langsung dibantah oleh Perdana Menteri Malaysia, yg berujung pada nama baik Indonesia di dunia internasional,” cuit Dahnil.

Di akhir cuitan, politisi muda ini kembali meminta maaf pada Mahathir Mohamad soal perilaku klaim dan kebohongan yang tidak mencerminkan rakyat Indonesia.

 “Ketika wibawa bangsa dipermalukan oleh laku politik klaim dan kebohongan.”

“Mhn maaf Tun Dr @chedetofficial prilaku klaim dan kebohongan mrk, sama sekali tdk merepresentasikan rakyat Indonesia,” tulis Dahnil.

Sebelumnya diberitakan, Aisyah bebas setelah jaksa mencabut dakwaan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam. Pemerintah Indonesia mengungkapkan proses lobi pemerintah Indonesia ke Malaysia.

“Atas perintah Bapak Presiden, kami, Menlu, Kapolri, Jaksa Agung, berkoordinasi dengan Malaysia untuk mencari cara pembebasan beliau. Bapak Presiden berkomunikasi dengan baik dengan Pak Najib maupun Tun Mahathir. Ini proses panjang upaya dilakukan membantu Saudari Aisyah dan kehadiran negara sesuai Nawacita,” kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (11/3).

Di sisi lain, PM Malaysia Mahathir Mohamad mengaku tidak tahu soal lobi-lobi dari pemerintah Indonesia. Dia menyebut Siti Aisyah dibebaskan sesuai dengan proses hukum.

“Saya tidak memiliki informasi (tentang hal itu),” kata Mahathir saat ditanya wartawan di Malaysia, seperti dilansir The Star, Selasa (12/3).

“Ini adalah keputusan yang dibuat oleh pengadilan. Dia diadili dan kemudian dia dipulangkan. Jadi, itu adalah proses yang sesuai hukum,” sambungnya.

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More