USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Cobain Usaha Jastip yang Kian Ramai Digandrungi Milenial

Milenia.id – ‘Eh, gue lagi di sini, ada yang maun titip?’

Pasti siapapun kamu, pernah menerima tawaran seperti hal di atas. Tawaran berupa jasa penitipan belanja barang yang sesuai dengan pilihan kita. Mereka yang biasa suka jalan-jalan sambil belanja, lantas tak sungkan menawarkan jasa penitipan barang belanjaan kepada orang lain. Pekerjaan ini biasa dilakukan oleh para pelaku bisnis Jastip atau jasa titip yang lagi ngetren di kalangan milenial.

Apa sebenarnya Jastip?

Hehe, jasa titip belanjaan,” kata Atika Dewi saat ditemui penulis di pameran buku Big Bad Wolf (BBW) yang digelar di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (2/3).

Jastip merupakan peluang usaha untuk membelikan barang pesanan yang diminta oleh pengguna jasa. Biasanya, Jastip memanfaatkan teknologi atau media sosial untuk menawarkan jasa pembelian barang.

Peluang usaha ini dimanfaatkan oleh Atika untuk meraih pundi-pundi rupiah. Dia tak sungkan memanfaatkan media sosial sebagai alat menawarkan jasa penitipan barang. Berawal dari hobinya hanya sekadar jalan-jalan, perempuan asal Lampung itu iseng menawarkan Jastip ke teman-temannya.

“Tadinya lebih ke iseng-iseng, pas lagi jalan-jalan ke mall terus ke tempat belanjaan lain. ‘Terus gue bilang ke teman-teman, eh gue lagi di sini, mau nitip apa nggak?’,chat di grup Washapp, kasih tahu ke yang lain,” kata dia.

Di awal-awal sebagai Jastip atau sekitar 2018 lalu, Atika sudah memulai usaha jasa titip. Dia mengkau Jastip ini bukan menjadi penghasilannya yang utama. Tapi, Jastip ini juga sulit untuk disebut sebagai usaha sampingan, karena sudah rutin dilakukan.

Sementara untuk biayanya Jastip-nya sendiri, dia mematok 5-15% dari harga barang yang dititipkan si pengguna jasa. Menurutnya, besaran biaya yang dipungutnya itu dinilai cukup wajar dan menguntungkan. Besaran biasa juga dihitung dari jarak lokasi yang ditempuh dan jumlah besarnya barang tersebut.

Usaha ini tak memerlukan modal yang besar. Atika bilang, hanya dengan bermodalkan kontak jaringan di handphone, Facebook dan Instagram Stories, usaha Jastip sudah bisa dilakukan. Lebih dari itu, kata Atika modal yang paling penting dalam menjalani bisnis Jastip ini ialah tak gampang lelah dan mengikuti perkembangan fashion maupun barang-barang baru di pusat perbelanjaan.

“Jadi cuma tawarin di Instastory saja sambil foto barangnya, ‘Gue lagi di sini, ada yang nitip beli ini nggak?’ begitu contohnya, atau gampang,” pungkasnya.

 

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More