USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Wagub Promosikan Wisata Banten ke Dubes China

Milenia.idWakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menerima kunjungan Duta Besar China Xiao Qian dan rombongan di Kantor Wakil Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

Andika didampingi oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Banten Wahyu Wardana dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten Babar Suharso.

Pertemuan ini juga dimanfaatkan untuk mengenalkan pariwisata Banten ke mata dunia.

“Tahap awal ini kami ingin agar bagaimana caranya kunjungan wisatawan asal China ke Banten bisa meningkat,” kata Andika, dalam keterangannya, Kamis.

Andika memaparkan mengenai profil dan potensi Provinsi Banten. Andika juga mengajak rombongan dubes melihat peta Provinsi Banten yang terletak di gedung Pendopo Gubernur Banten.

“Ya, karena kan sebetulnya selama ini investasi PMA (penanaman modal asing) asal China di Banten juga sudah banyak, utamanya di sektor industri manufaktur dan energi. Jadi kami ingin lebih memperkenalkan lagi kepada mereka tentang potensi berinvestasi di Banten,” kata Andika.

Terkait keinginannya agar lebih banyak wisatawan asal China berkunjung ke Banten sebagaimana telah disampaikan kepada dubes dalam pertemuan, Andika mengatakan, data kementerian Pariwisata menyebutkan bahwa dari jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi Indonesia, China menjadi negara yang memiliki dampak besar bagi pasar Indonesia.

“Kalau tidak salah, wisman China itu nomor satu terbanyak ke Indonesia , disusul oleh wisman asal Singapura. Setidaknya pernah ya kondisinya seperti itu. Saya belum up date lagi datanya,” kata Andika.

Andika mengatakan, pengeluaran wisman China dalam berwisata di Indonesia juga terbilang menempati urutan tertinggi jika dibandingkan dengan wisman asal Negara lainnya.

“Seingat saya data Kemenpar itu menyebutkan, wisman asal China memang sedikit belanja souvenir. Tapi kalau untuk pengeluaran yang lain seperti akomodasi dan lainnya mereka terhitung royal,” kata dia.

Mengingat hal itu, kata Andika, sektor pariwisata di Banten harus bisa ambil bagian mengambil pasar pariwisata dari kunjungan wisman asal China ke Indonesia. Andika mengaku, pihaknya akan secara khusus membahas kesiapan dan promosi pariwisata Banten untuk pasar wisman asal China tersebut dengan ‘stakeholder’ pariwisata di Banten.

Sebelumnya, perusahaan Cina berkomitmen menginvestasikan dananya sebesar satu miliar dolar AS atau sekira Rp 14,5 triliun di kawasan pariwisata Tanjung Lesung, Provinsi Banten.

Komitmen tersebut dituangkan dalam dokumen LoI antara Direktur Utama Yunnan Ice Sea Invstment Group Wei Xiao Lin dan Direktur Utama Jababeka Budianto Liman dalam Forum Investasi, Perdagangan, dan Pariwisata Terkini 2018 di Beijing, Jumat (14/12/2018).

Pertukaran dokumen LoI antar kedua perusahaan tersebut disaksikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Duta Besar RI untuk Cina Djauhari Oratmangun.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More