USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Ramai – Ramai Debat Soal Unicorn, Prabowo: Yang Online-Online ya Pak Jokowi?

Milenia.id – Ada yang menarik dalam Debat Capres Kedua tadi malam,  Minggu (18/2). Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) bertanya infrastruktur apa yang akan dibangun Prabowo untuk mendukung unicorn yang ada di Indonesia. Namun sebelum menjawab, Prabowo seakan tidak mengerti dan bertanya balik apa itu unicorn.

Pada debat jilid II sejatinya kedua pasangan calon presiden mengikuti debat dengan tema infrastruktur, pangan, energi, sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup.

Namun, seiring perkembangan teknologi, maka isu besar namun terasa biasa saja yakni revolusi industri 4.0 pun disinggung dalam debat.

Calon Presiden 01 Joko Widodo bertanya infrastruktur apa yang akan dibangun Prabowo untuk mendukung unicorn yang ada di Indonesia.

“Infrastruktur apa yang akan Bapak bangun untuk mendukung perkembangan unicorn Indonesia?” kata Jokowi.

Namun sebelum menjawab, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo seakan tidak mengerti dan bertanya balik soal apa itu unicorn.

“Yang Bapak maksud unicorn? Maksudnya yang online-online itu, iya, kan?” kata Prabowo bertanya balik. Jokowi tampak tak mendengar jelas pertanyaan balik Prabowo sehingga tak merespons dengan jawaban jelas.

Pembahasan mengenai unicorn ramai disorot usai Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) melontarkan pertanyaan ke Prabowo Subianto dalam debat Capres 2019. Ada perbedaan pandangan dari Jokowi dan Prabowo soal unicorn Indonesia.

Di satu sisi Jokowi membanggakan unicorn-unicorn Indonesia. Di sisi lain, Prabowo khawatir perkembangan unicorn malah akan membuat uang-uang Indonesia kabur ke luar negeri.

Apa sebenarnya unicorn?

Sebenarnya, unicorn merupakan istilah bagi perusahaan startup atau rintisan yang memiliki nilai kapitalisasinya melebihi USD 1 miliar. Istilah ini diciptakan oleh seorang pemodal usaha bernama Aileen Lee pada tahun 2013 silam yang merujuk pada hewan mistis.

Nama unicorn dipilih karena perusahaan dengan nilai kesuksesan sebesar itu masih tergolong langka. Selain itu, ada istilah lain untuk nominal yang berbeda. Dekacorn digunakan untuk menyebut startup dengan nilai lebih dari USD 10 miliar sedangkan hekocorn untuk perusahaan bernilai lebih dari USD 100 miliar.

“Saya kira prasarana yang kita bangun, kita tentunya fasilitasi. Kita kurangi regulasi, kurangi pembatasan, karena mereka lagi giat-giatnya, lagi pesat-pesatnya,” jawab Prabowo kemudian.

Prabowo juga memastikan akan mendukung segala upaya untuk memperlancar masalah regulasi bagi pegiat bisnis online.  Prabowo juga memastikan akan membuka peluang sebesar-besarnya bagi para pebisnis online.

“Jadi. saya menyambut baik dinamika perkembangan bisnis seperti itu ini luar biasa pesatnya. Ini membuka peluang-peluang luar biasa, saya mendukung hal-hal seperti itu,” tutur Prabowo.

Sementara itu, menanggapi jawaban Prabowo, Jokowi menyebut saat ini sudah ada tujuh unicorn yang ada di Asean. Empat di antaranya berada di Indonesia.

“Kita ingin, tidak hanya empat, tapi ada tambahan-tambahan di Indonesia, startup-startup baru yang ada di Indonesia. Kita siapkan seribu startup baru yang kita link-kan dengan inkubator-inkubator global agar mereka memiliki akses untuk inovasi mereka dikembangkan di negara lain,” tutur Jokowi.

Untuk mendukung para unicorn ini, Jokowi menyebut pihaknya telah membangun infrastruktur seperti Palapa Ring. Selain itu, Jokowi juga menyebut pihaknya akan memudahkan regulasi bagi para pegiat startup.

Istilah unicorn mendadak ramai diperbincangkan sejak semalam. Musababnya, dalam debat Capres Jilid 02 semalam, Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) bertanya soal Unicorn kepada Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Unicorn sendiri adalah perusahaan rintisan atau startup yang valuasinya mencapai di atas US$ 1 miliar.

Di Indonesia, ada 4 perusahaan yang sudah masuk kategori unicorn. Apa saja? Berikut ulasannya seperti dirangkum Milenia.

Traveloka

Satu lagi startup unicorn di Indonesia adalah Traveloka, situs penyedia layanan travel ini punya valuasi di atas US$ miliar, bersanding dengan Go-Jek, Tokopedia dan Bukalapak.

Traveloka telah merambah negara-negara di kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Menurut Caesar, sektor pemesanan tiket pada tahun depan akan mengalami peningkatan seiring dengan pergeseran kebiasaan konsumen ke arah gaya hidup. Di samping itu juga, maskapai penerbangan bertarif rendah atau Low Cost Carrier (LCC) juga turut menjadi pendongkrak pemesanan tiket.

“LCC makin tren dan makin banyak. Kita lihat prospek ke depannya makin bagus. Untuk tantangan, kalau di internasional itu bagaimana melokalisasi produk layanan kita sesuai pasar,” Senior Vice President Business Development Traveloka Caesar Indra pada akhir 2017 lalu.

Gojek

Layanan transportasi online ini sudah ada sejak 4 tahun lalu. CEO Go-Jek Nadiem Makarim menyebut, Go-Jek sudah lama berdiri, namun terjun ke dunia online baru pada Januari 2015.

Pada saat itu, aplikasi Go-Jek baru muncul di Play Store dan App Store dan menjadi pembahasan. Orang-orang banyak yang kaget ojek bisa dipanggil secara online. Praktis dan mudah.

Aplikasinya pun masih sederhana, belum sekompleks sekarang. Hanya ada layanan pengantaran barang, transportasi dan belanja.

Saat ini, Go-Jek sudah menjadi salah satu raja transportasi online di Indonesia. Bahkan layanan ini juga sudah merambah ke Vietnam. Berdasarkan catatan detik pada Oktober lalu, valuasi pasar Go-Jek berkisar di US$ 4,8 miliar.

Tokopedia

Valuasi raksasa e-commerce Tokopedia semakin besar setelah beberapa waktu lalu, situs marketplace ini disuntik sejumlah investor asal Jepang dan China.
Tokopedia disuntik modal senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,9 triliun (kurs: Rp 14.500) oleh Softbank dan Alibaba Group.

Dana itu telah membuat valuasi Tokopedia saat ini mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 101,5 triliun.

Total valuasi tersebut dipercaya dari salah satu sumber Techcrunch, seperti dikutip Rabu (12/12/2018). Dengan masuknya suntikan modal ini, Tokopedia tercatat telah mengumpulkan dana dari investor mencapai US$ 3,4 miliar atau setara Rp 49,3 triliun selama sembilan tahun berdiri.

CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, perusahaan masih akan terus fokus pada pasar dalam negeri guna mendorong pembangunan ekonomi dan inklusi keuangan di Indonesia.

Bukalapak

Gerakan ramai uninstall bukalapak sepertinya berpengaruh terhadap nilai keuntungan yang diraih oleh Raksasa e-commerce Bukalapak.

Meski begitu, Bukalapak juga masuk kategori unicorn. CEO Bukalapak Achmad Dzaky mengatakan hal itu saat perayaan ulang tahun Bukalapak ke 8.

“Kami sudah unicorn,” kata Zaky

Sayangnya Zaky tidak mau membeberkan lebih detail terkait nilai investasi dan penyandang dana yang membuat Bukalapak punya nilai valuasi US$ 1 miliar.

“Para investor kami belum mau di-publish,” ujar Zaky.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More