USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Indonesia Masuk Daftar Penyumbang Sampah Plastik Terbanyak di Laut

Milenia.id – Sampah sudah menjadi masalah baru bagi ekologi lingkungan hidup. Keberadaannya, semakin mengancam kesehatan manusia.  Dari mana sampah plastik itu, ya?

Sebuah laporan terbaru mengklaim sekitar 60 persen dari sampah plastik di laut berasal dari lima negara Asia.

Di antaranya yaitu China, Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam.

Padahal, berdasarkan studi yang dirilis oleh McKinsey and Co. dan Ocean Conservancy, sebagian besar plastik yang dibuang ke laut berasal dari darat.

Jadi, bukan berasal dari kapal penangkap ikan atau kapal pesiar.

Sebagian besar sampah plastik berasal dari sampah yang tidak dikumpulkan dan dibuang dengan benar di tempat pembuangan akhir.

Parahnya, tidak satu pun dari lima negara yang disebutkan tadi memiliki sistem daur ulang resmi.

Dengan demikian masalah sampah plastik di laut ini akan tetap terjadi pada tahun tahun mendatang.

Padahal, plastik tidak hanya mencemari laut tapi juga membahayakan kehidupan makhluk laut.

Dalam artikel yang diterbitkan EcoWatch tahun 2013, kantong plastik dan alat rumah tangga lainnya dianggap sebagai ‘pembunuh diam-diam’ kehidupan laut karena dapat membahayakan hewan laut.

Menurut anggota Global Ban Now, sebuah organisasi yang berbasis di Meksiko, telah menemukan kura-kura laut hampir mati di pantai La Paz, Meksiko.

Diketahui kura-kura laut itu sekarat karena memakan kantong plastik yang yang menghalangi saluran pencernaannya.

Tidak hanya lima negara yang disebutkan, semua negara di berbagai dunia saat ini telah memulai mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai generasi muda, kita gak boleh lagi tutup mata soal ini. Sudah saatnya kita melakukan aksi nyata akan dampak bahaya plastik yang semakin nyata. Memangnya, kenapa sih kita harus mengurangi penggunaan plastik?

Merusak keseimbangan ekosistem bumi

Sejumlah lembaga lingkungan menyebut bahwa ekosistem bumi sudah mulai rusak.  Fakta ini semakin diperkuat dengan sering terdengar berita  banyak hewan laut yang mati secara mendadak. Mirisnya, penyebab kematian hewan laut tadi sangat mengenaskan, yaitu keracunan limbah plastik.

Banyak ditemukan sampah plastik dalam tubuh hewan laut tersebut mulai dari plastik makanan, plastik belanja, sampai botol minuman. Sedihnya, hewan laut tadi mati karena ulah kita, manusia itu sendiri.

Baru ini terjadi di Wakatobi,  ikan paus ditemukan mati dengan isi perut terdapat 5,9 kilogram sampah.

Ada 12,7 juta ton sampah plastik yang berakhir di lautan. Sampah plastik tadi mengendap dan merusak keseimbangan ekosistem lautan. Tak hanya mengotori lautan, tapi juga membunuh hewan laut secara perlahan.

Kenyataannya, keadaan bumi kita sudah terlampau tua dan kotor. Tak terhitung  berapa banyak polusi yang disebabkan oleh kendaraan, pabrik-pabrik dan limbah rumah tangga.

Jika diibaratkan sebagai manusia, keadaan bumi sudah sangat tua yang disertai penyakit kronis dan sampah plastik adalah salah satu penyebab kenapa bumi ini jadi sakit.

Makanya, sebelum terlambat, selagi masih bisa dilakukan pencegahan, kita harus mengurangi pemakaian plastik secara berkala. Semua itu demi kebaikan kita sendiri kok, untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Kalian juga tahu kan,  bahwa plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk membuatnya terurai kembali. Lalu coba bayangkan, berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengurai semua sampah plastik yang manusia hasilkan.

Iya, memang saat ini banyak plastik yang ramah lingkungan, akan tetapi, lebih baik kalau kita tidak memakainya sama sekali dan menggantinya dengan bahan yang lebih aman. Ayo lebih bijaksana lagi menggunakan plastik untuk bumi yang lebih baik.

Saatnya mencari alternatif untuk mengurangi pemakaian plastik

Kita, sebagai generasi muda, punya peran dan tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga masa depan bumi, dan kita bisa memulainya lewat hal yang sederhana.

Kurangi penggunaan plastik secara berkala. Misalnya, mengganti kantung plastik dengan tote bag belanja, membawa botol minum agar tak lagi memakai botol kemasan, dan mengganti alat makan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Kalau kamu sedang ke mini market dan belanjaanmu gak banyak-banyak amat, tak perlulah pakai kantong plastik. Masukan saja barangmu ke dalam tas, atau sedia tas kecil yang bisa menampung belanjaanmu.

Jika gerakan mengurangi plastik tidak dilakukan, kita sedang menghacurkan bumi secara perlahan

Kalau kita terus-terusan acuh dan gak peduli perihal penggunaan plastik, kerusakan dan kehancuran bumi hanya tinggal menunggu waktu saja.

Mungkin dalam kurun beberapa puluh tahun lagi, lautan akan semakin kotor, kualitas air kian buruk dan hewan-hewan perlahan akan mati.

Lalu bagaimana dengan manusia? Pada akhirnya kita akan menyesal karena tak perduli akan keselamatan lingkungan.

Dengan membiasakan hal-hal kecil tadi, kita sudah memulai langkah untuk menyelamatkan bumi. Dimulai dari hal kecil, maka akan berlanjut jadi hal besar dan memberikan hasil yang nyata bagi bumi ini. Jadi millennial, apakah kamu siap untuk mengurangi penggunaan plastik untuk bumi yang lebih sehat?

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More