USD
Rp14.117
(+0.34%)
SGD
Rp10.472
(+0.15%)
EUR
Rp16.075
(+0.05%)
AUD
Rp10.056
(-0.04%)
DKK
Rp2.154
(+0.05%)
SEK
Rp1.541
(+0.03%)
CAD
Rp10.583
(+0.47%)
NZD
Rp9.731
(-0.23%)
GBP
Rp18.552
(+0.48%)
HKD
Rp1.799
(+0.31%)
JPY
Rp128
(-0.51%)
SAR
Rp3.770
(+0.16%)
CNY
Rp2.110
(+0.29%)
MYR
Rp3.488
(-0.01%)
THB
Rp445
(+0.29%)

Alasan Mengapa Kita Harus Meninggalkan Penggunaan Plastik

Milenia.id – Bahan ringan dan penggunaan yang praktis membuat pemakaian plastik selalu meningkat setiap harinya.  Hal ini tentu,  membuat plastik menjadi lebih akrab di dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Dibalik penggunaan plastik yang semakin sering, ada banyak sekali bahaya yang mengintai. Plastik jadi salah satu penyebab terbesar kerusakan lingkungan dan Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.

Plastik adalah istilah umum yang di pakai untuk Polimer, material yang terdiri dari rantai panjang karbon dan elemen – elemen lain yang mudah dibuat menjadi berbagai macam bentuk dan ukuran. Polimerisasi adalah cara membuat plastik dari monomer, sedangkan monomer adalah bahan – bahana dasar plastik yang di susun dan membentuk secara sambung menyambung.

Plastik juga mengandung zat nonplastik yang disebut Zat adiktif. Zat adiktif diperlukan untuk memperbaiki sifat plastik itu sendiri. Zat dengan berat molekul rendah, diantaranya berfungsi sebagai pewarna, antioksidan, penyerap sinar ultraviolet, anti lengket, dan masih banyak lagi.

Plastik pertama kali di temukan pada tanggal 14 November 1863 oleh seorang warga Amerika berkebangsaan Belgia, dia adalah Leo Hendrik Baekeland yang merupakan seseorang yang ahli dalam bidang kimia. Plastik yang di temukan oleh Leo Hendrik Baekeland adalah plastik yang berjenis bakelit (plastik yang tahan panas).

Namun, ada duga plastik yang bersifat lunak (seluloid). Plastik jenis ini ditemukan oleh John Wesley Hyatt, bahan yang digunakannya adalah berupa campuran dari selulosa nitrat dan kamfor yang di larutkan  dalam alcohol, yang menghasilkan plastik yang dinamakan seluloid.

Sifatnya yang kurang tahan terhadap panas dan mudah terbakar membuat seluloid ini tidak terpakai dalam industri bahan plastik dan di gantikan oleh plastik jenis lain yang sering kita temui sekarang yaitu bakelit.

Sebagai generasi muda, kita gak boleh lagi tutup mata soal ini. Sudah saatnya kita melakukan aksi nyata akan dampak bahaya plastik yang semakin nyata. Memangnya, kenapa sih kita harus mengurangi penggunaan plastik? Ini dia tiga alasannya.

Merusak keseimbangan ekosistem bumi

Sejumlah lembaga lingkungan menyebut bahwa ekosistem bumi sudah mulai rusak.  Fakta ini semakin diperkuat dengan sering terdengar berita  banyak hewan laut yang mati secara mendadak. Mirisnya, penyebab kematian hewan laut tadi sangat mengenaskan, yaitu keracunan limbah plastik.

Banyak ditemukan sampah plastik dalam tubuh hewan laut tersebut mulai dari plastik makanan, plastik belanja, sampai botol minuman. Sedihnya, hewan laut tadi mati karena ulah kita, manusia itu sendiri.

Baru ini terjadi di Wakatobi,  ikan paus ditemukan mati dengan isi perut terdapat 5,9 kilogram sampah.

Ada 12,7 juta ton sampah plastik yang berakhir di lautan. Sampah plastik tadi mengendap dan merusak keseimbangan ekosistem lautan. Tak hanya mengotori lautan, tapi juga membunuh hewan laut secara perlahan.

Bumi kita sudah terlalu kotor dan penuh polusi

Kenyataannya, keadaan bumi kita sudah terlampau tua dan kotor. Tak terhitung  berapa banyak polusi yang disebabkan oleh kendaraan, pabrik-pabrik dan limbah rumah tangga.

Jika diibaratkan sebagai manusia, keadaan bumi sudah sangat tua yang disertai penyakit kronis dan sampah plastik adalah salah satu penyebab kenapa bumi ini jadi sakit.

Makanya, sebelum terlambat, selagi masih bisa dilakukan pencegahan, kita harus mengurangi pemakaian plastik secara berkala. Semua itu demi kebaikan kita sendiri kok, untuk masa depan bumi yang lebih baik.

Kalian juga tahu kan,  bahwa plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk membuatnya terurai kembali. Lalu coba bayangkan, berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengurai semua sampah plastik yang manusia hasilkan.

Iya, memang saat ini banyak plastik yang ramah lingkungan, akan tetapi, lebih baik kalau kita tidak memakainya sama sekali dan menggantinya dengan bahan yang lebih aman. Ayo lebih bijaksana lagi menggunakan plastik untuk bumi yang lebih baik.

Saatnya mencari alternatif untuk mengurangi pemakaian plastik

Kita, sebagai generasi muda, punya peran dan tanggung jawab besar untuk menjaga lingkungan. Dibutuhkan kesadaran bersama untuk menjaga masa depan bumi, dan kita bisa memulainya lewat hal yang sederhana.

Kurangi penggunaan plastik secara berkala. Misalnya, mengganti kantung plastik dengan tote bag belanja, membawa botol minum agar tak lagi memakai botol kemasan, dan mengganti alat makan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

Kalau kamu sedang ke mini market dan belanjaanmu gak banyak-banyak amat, tak perlulah pakai kantong plastik. Masukan saja barangmu ke dalam tas, atau sedia tas kecil yang bisa menampung belanjaanmu.

Jika gerakan mengurangi plastik tidak dilakukan, kita sedang menghacurkan bumi secara perlahan

Kalau kita terus-terusan acuh dan gak peduli perihal penggunaan plastik, kerusakan dan kehancuran bumi hanya tinggal menunggu waktu saja.

Mungkin dalam kurun beberapa puluh tahun lagi, lautan akan semakin kotor, kualitas air kian buruk dan hewan-hewan perlahan akan mati.

Lalu bagaimana dengan manusia? Pada akhirnya kita akan menyesal karena tak perduli akan keselamatan lingkungan.

Dengan membiasakan hal-hal kecil tadi, kita sudah memulai langkah untuk menyelamatkan bumi. Dimulai dari hal kecil, maka akan berlanjut jadi hal besar dan memberikan hasil yang nyata bagi bumi ini. Jadi millennial, apakah kamu siap untuk mengurangi penggunaan plastik untuk bumi yang lebih sehat?

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More