USD
Rp14.110
(+0.23%)
SGD
Rp10.406
(+0.17%)
EUR
Rp15.976
(+0.01%)
AUD
Rp10.094
(+0.14%)
DKK
Rp2.141
(+0.02%)
SEK
Rp1.527
(-0.12%)
CAD
Rp10.664
(+0.13%)
NZD
Rp9.694
(+0.17%)
GBP
Rp18.246
(-0.04%)
HKD
Rp1.798
(+0.23%)
JPY
Rp128
(+0.32%)
SAR
Rp3.762
(+0.24%)
CNY
Rp2.085
(+0.13%)
MYR
Rp3.461
(+0.05%)
THB
Rp452
(+0.11%)

Cegah DBD,  Warga Komplek Saptamarga Ramai-ramai Bersihkan Lingkungan

Milenia.id – Warga di RW 05 lingkungan Komplek Saptamarga, Kelurahan Unyur,  Kota Serang melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan, Minggu (10/2).

Kegiatan warga ini dilakukan guna mengantisipasi pertumbuhan jentik nyamuk penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Warga secara gotong-royong membersihkan selokan dan potensi tempat mengedapnya sampah dilingkungannya. Warga juga membersihkan botol dan sampah plastik di selokan dan air yang menggenang.  Kota Serang dalam berberapa hari turun hujan menyebabkan potensial terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue dari gigitan nyamuk.

“Kegiatan bebersih inisiatif pemuda, bersama-sama membersihkan selokan dan membakar sisa sampah yang menumpuk guna mencegah penyebaran nyamuk yang membawa virus DBD,” kata Uztad Romli, Ketua RW 05 Lingkungan Komplek Saptamarga, Kelurahan Unyur,  Kota Serang,  Provinsi Banten.

Ustaz Romli berharap, Pemkot Serang bisa mengeluarkan himbauan kepada OPD terkait untuk cepat tanggap dalam mengantisipasi gejala timbulnya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk demam berdarah.

“Jangan Sampai di Kota serang ada Korban Nyamuk DBD,” kata dia.

Ketua RT 02 Lingkungan Komplek Saptamarga Babang Saefulah mengatakan, kegiatan gotong-royong  menjadi kegiatan rutin di lingkungannya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengajak masyarakat selalu peduli dengan kondisi lingkungan. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kotor akan berdampak terhadap  kualitas hidup di masyarakat.

“Kerja bakti diadakan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” kata dia.

Pemuda Komplek Saptamarga Hendi, akan terus mendukung kegiatan masyarakat di lingkungan komplek Saptamarga. Langkah ini sebagai kontribusi pemuda terhadap masyarakat.

“Kami pemuda komplek Saptamarga siap berkontribusi dalam setiap kegiatan masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang Toyalis mengatakan, penderita penyakit DBD di Kota Serang terbilang tinggi. Data Dinkes Kota Serang, pada Januari 2019 terjadi 9 kasus penderita DBD di Kota Serang.

“Pada tahun 2018 sebanyak 63 orang terjangkit DBD di Kota Serang,” kata
Toyalis, belum lama ini.

Dari enam kecamatan, wilayah Cipocok Jaya dan Kasemen menjadi daerah dengan status endemi DBD tinggi.

Meningkatnya kasus DBD disebabkan masih kurangnya masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya dengan melakukan gerakan 3M yaitu menguras, menutup dan mengubur

Upaya pencegahan lainnya, kata Toyalis adalah pemberian abatisasi di daerah endemis secara gratis dan juga fogging dengan fokus di sekitar rumah penderita positif DBD.

Dia mengimbau masyarakat yang mengalami sakit panas dan kemungkinan ada tanda-tanda terserang DBD, segera memeriksakan diri ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More