USD
Rp14.110
(+0.23%)
SGD
Rp10.406
(+0.17%)
EUR
Rp15.976
(+0.01%)
AUD
Rp10.094
(+0.14%)
DKK
Rp2.141
(+0.02%)
SEK
Rp1.527
(-0.12%)
CAD
Rp10.664
(+0.13%)
NZD
Rp9.694
(+0.17%)
GBP
Rp18.246
(-0.04%)
HKD
Rp1.798
(+0.23%)
JPY
Rp128
(+0.32%)
SAR
Rp3.762
(+0.24%)
CNY
Rp2.085
(+0.13%)
MYR
Rp3.461
(+0.05%)
THB
Rp452
(+0.11%)

Untung Rugi Kenaikan Bagasi Pesawat, Milenials Paling Kena Dampaknya

Milenia.id -Penerapan kebijakan bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan berdampak panjang. Hal ini disampaikan Pengajar FE UGM dan Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudistira, dalam sebuah diskusi pada Sabtu (9/2).

Bhima mengatakan salah satu implikasi kebijakan bagasi berbayar terlihat pada sektor UMKM dan pariwisata. Kebijakan ini juga menurut Bhima tidak menguntungkan Milenials. Seperti apa dampaknya?

Menurut Bhima, kerugian yang dialami oleh generasi milenials terhadap kebijakan bagasi berbayar adalah kebiasaan milenials yang kerap kali bepergian atau berlibur dengan cara paket hemat.

“Dengan adanya bagasi berbayar tentu akan memberatkan para milenial yang akan menghabiskan waktu liburan,” kata Bhima.

Kebiasaan milenials yang kerap menjadikan jalan-jalan dan membawa oleh-oleh menjadi prioritas menurut Bhima tidak akan luput dari dampak yang akan timbul akibat penerapan bagasi berbayar.

“Kebijakan bagasi berbayar ini tidak menguntungkan milenials,” kata Bhima.

Selain merugikan, kebijakan ini juga bakal mengurangi jumlah wisatawan di dalam negeri.

Sebaliknya, secara tidak langsung ikut membantu, mendongkrak peningkatan wisatawan ke negara-negara tetangga.

Sejumlah wilayah seperti Bali, Sumatera, dan Kalimantan menurut Bhima akan sensitif pada kenaikan dari bagasi berbayar ini.

Penerapan bagasi berbayar juga akan berdampak pada tekanan masyarakat. Termasuk terkait dengan sektor UMKM.

“Dampak pada tekanan masyarakat yaitu UMKM dampak dengan bagasi berbayar yang menjual oleh-oleh UMKM yang berkaitan dengan jasa transportasi darat terutama menuju bandara dari hotel ke bandara itu kan terkena imbasnya,” jelas Bhima.

 

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More