USD
Rp14.096
(+0.1%)
SGD
Rp10.401
(+0.04%)
EUR
Rp15.956
(+0.12%)
AUD
Rp10.044
(+0.5%)
DKK
Rp2.138
(+0.12%)
SEK
Rp1.508
(+1.27%)
CAD
Rp10.621
(+0.4%)
NZD
Rp9.652
(+0.44%)
GBP
Rp18.314
(-0.37%)
HKD
Rp1.796
(+0.11%)
JPY
Rp127
(+0.15%)
SAR
Rp3.759
(+0.09%)
CNY
Rp2.085
(+0.03%)
MYR
Rp3.453
(+0.24%)
THB
Rp452
(-0.03%)

Ternyata, Mark Zuckerberg Pernah Ditawari Usaha McDonald’s

Milenia.id –Randi Zuckerberg, 39 tahun, menceritakan dirinya dan adiknya sempat ditawari tiga pilihan oleh ayahnya.

Kakak dari pendiri media social Facebook Mark Zuckerberg ini bercerita bahwa pernah ditawari memilih antara berbisnis, berinvestasi dalam waralaba, atau melanjutkan kuliah.

“Ayah saya cukup lucu, sebelum kami kuliah, ayah menawarkan anak-anaknya pilihan untuk menjalankan waralaba sambil menjalankan kuliah. Mark Zuckerberg melanjutkan ke Harvard University, tapi dia keluar,” ujar Randi Zuckerberg kepada CNN Business, seperti dikutip dari Tempo.co, Sabtu (9/2).

Selama berkuliah, Randi Zuckerberg melanjutkan, Mark Zuckerberg menciptakan jejaring sosial yang akhirnya berkembang ke Facebook. Saat ini nilai investasi Facebook bernilai US$ 488 miliar, terlepas dari berita negatif beberapa bulan terakhir tentang kebijakan privasi raksasa teknologi dan penanganan berita palsu.

Randi Zuckerberg tetap tidak menonjolkan diri. Tapi dia tidak malu untuk mempertimbangkan topik kontroversial yang melibatkan saudara lelakinya. Beberapa waktu lalu, dia membela Mark Zuckerberg ketika Facebook dikecam karena tidak menghapus posting yang menyangkal Holocaust.

“Sebagai seorang pemimpin dalam komunitas Yahudi, dan seseorang yang telah bekerja di lantai dasar media sosial, saya merasa bertanggung jawab untuk mempertimbangkan itu,” kata Randi Zuckerberg. “Melarang penyangkal Holocaust dari media sosial tidak akan membuatnya kabur, mereka yang suka berbohong, menabur kesalahpahaman, dan membiakkan kebencian tidak akan pernah benar-benar dibungkam.”

Randi Zuckerberg sebelumnya pernah menjadi bagian dari media social Facebook. Setelah dela[an tahun, ia memutuskan berhenti dan keluar dari raksasa media social itu. Randi berencana ingin mendirikan perusahaan media sosial sendiri.

“Saya meninggalkan Facebook pada 2011 untuk mendirikan perusahaan media sosial sendiri. Namun, selain itu saya benci karena menjadi satu-satunya wanita di setiap ruangan tempat bekerja selama 10 tahun berturut-turut,” ujar Randi Zuckerberg.

Wanita berusia 36 tahun itu mengatakan bahwa wanita terus terpinggirkan di dunia teknologi yang padat akan pria. Dia menyukai apa yang dilakukan Facebook saat itu, tapi dia juga selalu merasa rumit tentang bagaimana peran gender di Silicon Valley.

Randi Zuckerberg saat itu bekerja di departemen video langsung yang masih baru di jejaring sosial pada masa-masa awalnya. Dia mengingat betul bagaimana Mark Zuckerberg memintanya untuk bergabung dengan Facebook pada 2004, ketika itu hanya sebuah startup dengan sekitar 50 karyawan.

“Saya ingin menjadi bagian dari solusi, tidak terus menjadi bagian dari masalah,” tutur Randi. “Tapi saya pikir mungkin harus keluar dari Silicon Valley, agar benar-benar mengerti bagaimana ketika kehilangan wanita di lorong ini.”

 

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More