USD
Rp14.096
(+0.1%)
SGD
Rp10.401
(+0.04%)
EUR
Rp15.956
(+0.12%)
AUD
Rp10.044
(+0.5%)
DKK
Rp2.138
(+0.12%)
SEK
Rp1.508
(+1.27%)
CAD
Rp10.621
(+0.4%)
NZD
Rp9.652
(+0.44%)
GBP
Rp18.314
(-0.37%)
HKD
Rp1.796
(+0.11%)
JPY
Rp127
(+0.15%)
SAR
Rp3.759
(+0.09%)
CNY
Rp2.085
(+0.03%)
MYR
Rp3.453
(+0.24%)
THB
Rp452
(-0.03%)

147 Warga Tangerang Tumbang Terserang Demam Berdarah

Milenia.id – Memasuki peralihan puaca, berdampak terhadap kesehatan sejumlah warga di wilayah Tangerang. Dinas Kesehatan yang berada di tiga wilayah Tangerang mencatat ada 147 warga yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama Januari 2019. Rinciannya, Kota Tangerang terdapat 21 warga, Kota Tangerang Selatan 90 warga dan Kabupaten Tangerang 36 warga.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi mengatakan, banyaknya warga Tangerang yang terjangkit DBD karena musim pancaroba yang terjadi di awal tahun.

Saat ini, sekitar 7 warga Tangerang yang masih menjalani perawatan di RSU Kota Tangerang untuk proses pemulihan. “Di Kota Tangerang penderita paling banyak berasal dari Kecamatan Benda. Hal itu, karena wilayah tersebut masuk dalam kawasan padat penduduk,” katanya di Gedung Balai Kota Tangerang, Selasa 29 Januari 2019.

Sementara menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Tulus Muladiono, merebaknya wabah ini hingga menimbulkan banyak korban merupakan siklus lima tahunan.

“Ini adalah siklus lima tahunan, Kementerian Kesehatan juga saat ini sangat sulit membendungnya. Kami pun juga telah diminta untuk sering turun ke lapangan untuk mengecek wabah DBD tersebut, sosialisasi kepada masyarakat juga bahaya DBD,” ujar Tulus, dilansir dari Viva.co.id.

Wabah DBD di wilayah Kota Tangerang Selatan, menurut Tulus, telah memakan korban jiwa, seorang warga meninggal dunia. “Sejauh ini hanya ada satu kasus  kematian akibat wabah itu. Pasien ini berusia 17 tahun warga Ciputat,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk pasien yang masih jalani perawatan sekitar 10 orang di RSU Tangerang Selatan. Kondisi mereka mulai pulih. “Kami harap angka itu tidak bertambah,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi akan pentingnya menjaga kebersihan, serta mengenali gejala DBD. “Bila sudah ada gejala DBD harus segera dibawa ke rumah sakit karena tidak jarang, banyak warga yang meninggal karena telat dibawa ke rumah sakit lantaran tidak mengenali gejalanya,” pungkasnya.

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More