USD
Rp14.096
(+0.1%)
SGD
Rp10.401
(+0.04%)
EUR
Rp15.956
(+0.12%)
AUD
Rp10.044
(+0.5%)
DKK
Rp2.138
(+0.12%)
SEK
Rp1.508
(+1.27%)
CAD
Rp10.621
(+0.4%)
NZD
Rp9.652
(+0.44%)
GBP
Rp18.314
(-0.37%)
HKD
Rp1.796
(+0.11%)
JPY
Rp127
(+0.15%)
SAR
Rp3.759
(+0.09%)
CNY
Rp2.085
(+0.03%)
MYR
Rp3.453
(+0.24%)
THB
Rp452
(-0.03%)

Petani Jambu di Kota Tangerang Hasilkan 300 Ribu Per Hari

Milenia.id – Supriadi, warga di Kota Tangerang, Banten berhasil meraih keuntungan Rp 300 ribu per hari dari hasil bertani buah jambu. Profesi sebagai petani sudah ia tekuni sejak tahun 2003.

“Kalau lagi rame, keuntungan bisa mencapati Rp 500 ribu per hari. Hasil ini juga bisa bertambah ketika musim panen raya,” kata dia, Senin (28/1).

Bukan hanya bertani buah jambu, Supriadi juga meraih pundi rupiahnya dengan menjual bibit. Dari ukuran kecil hingga tanaman yang akan berbuah.

Tentu, memilih profesi sebagai petani jambu bukan tanpa alasan. Kota Tangerang sebagai kota metropolitan memaksanya untuk menjadi petani. Supriadi hanya seorang lulusan SMA.

Dia mengaku memutuskan untuk menjadi petani jambu lantaran saat itu lapangan pekerjaan sangat sulit didapatkan terlebih dirinya mengaku hanya lulusan SMA.

“Kita melihat banyak lahan tidur, dan saya mencoba – coba belajar waktu itu ke kebun milik teman di depok dan alhamdulillah sampe sekarang saya mampu memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu memetik jambu,”jelasnya.

Ia mengaku keberhasilan dirinya dalam bertani jambu, tidak terlepas dari campur tangan dan bantuan pemerintah Kota Tangerang.

“Kita sering mendapatkan bantuan seperti diesel, selang dan pelatihan pelatihan dari dinas pertanian dan ketahanan pangan,”jelas Supriadi yang mengaku mampu membeli sebidang tanah dari hasil bertani jambu.

Selain itu, campur tangan dari pemerintah kecamatan pinang disebutnya juga sebagai salah satu faktor keberhasilan dirinya dalam bertani jambu.

“Pak camat sering banget mempromosikan jambu jambu kita, dan alhamdulillah setiap ada event kota misalnya bazzar atau kegiatan apapun jambu kita selalu dipromosikan pak camat,”tuturnya.

Ia mengaku kendati telah memilki konsumen tetap yakni warga Kota Tangerang namun konsumen yang tidak kalah banyak malahan justru berasal dari luar kota tangerang.

“Kita suplay jambu kita ke beberapa pasar segar diwilayah kebon jeruk, depok dan sekitarnya,”tukasnya.

Ditemui terpisah, Camat Pinang Agun Djumhendi Junus mengaku saat ini pihaknya tengah mengupayakan kebun jambu milik supriadi menjadi salahsatu destinasi wisata.

“Kita berencana menjadikan kebun Supriadi menjadi kampung jambu, karna saya merasakan sendiri sensasi memetik jambu langsung dari pohonnya ada kebahagiaan tersendiri,”kata Agun kepada wartawan.

Terlebih, ia mengaku perjalanan menuju kebun jambu milik supriadi dihiasi dengan berbagai keindahan alami yang lebih mirip dengan nuansa perdesaan yang jauh dari hiruk pikuk dan permasalahan kota.

“Jadi disana bukan cuma Supriadi yang memutuskan menjadi petani, di kelurahan kunciran jaya juga banyak warga yang menanam padi, tanaman hias, sampai ke kolam ikan, wuih pokoknya seolah mirip pulang kampung kanan kiri sawah,”kata Agun.

Dengan demikian, kedepan pihaknya akan mendorong masyarakat sekitar untuk bergotong royong menjadikan kunciran jaya sebagai salahsatu destinasi wisata bagi warga kota tangerang dan warga dari luar kota.

“Kita mungkin hanya sebatas merapihkan akses jalan menuju kampung tersebut, kami memberikan sebebas-bebasnya kepada masyarakat untuk meperindah kampung tersebut agar bisa menjadi destinasi wisata,”jelasnya.

Ia menambahkan, dengan menjadikan Kunciran jaya sebagai destinasi wisata diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar dapat lebih meningkat.

“Otomatis mereka semakin sejahtera, kami siapkan fasilitas pendukung karna pada dasarnya kami pemerintah hanya dapat memberikan mata kail untuk mereka memancing, tidak memberikan ikan,”jelasnya.

 

 

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More