USD
Rp14.110
(+0.23%)
SGD
Rp10.406
(+0.17%)
EUR
Rp15.976
(+0.01%)
AUD
Rp10.094
(+0.14%)
DKK
Rp2.141
(+0.02%)
SEK
Rp1.527
(-0.12%)
CAD
Rp10.664
(+0.13%)
NZD
Rp9.694
(+0.17%)
GBP
Rp18.246
(-0.04%)
HKD
Rp1.798
(+0.23%)
JPY
Rp128
(+0.32%)
SAR
Rp3.762
(+0.24%)
CNY
Rp2.085
(+0.13%)
MYR
Rp3.461
(+0.05%)
THB
Rp452
(+0.11%)

1.033 Gedung Sekolah di Kabupaten Serang Rusak

Milenia.id – Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten menilai komitmen pembangunan pendidikan di Kabupaten Serang tidak selaras dengan implementasi di lapangan. Dari hasil kajian data pokok pendidikan (dapodik) 2018 tercatat,  sebanyak 1.033 sekolah di Kabupaten Serang, Banten rusak. Rinciannya, 555 ruang kelas rusak sedang dan 478 ruang kelas rusak berat.

Padahal dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Serang periode 2016-2021, tercantum akan meningkatkan meningkatkan standar sarana dan prasarana, termasuk target ruang kelas yang direhab per tahun.

“Dengan target RPJMD yang telah ditetapkan semestinya sudah mampu untuk menyelesaikan pembangunan ruang kelas di Kabupaten Serang. Hanya saja hal ini belum dapat terealisasi dengan baik dalam pelaksanaannya,” kata Bahrul dalam keterangannya, Jumat (25/1).

Ia mengatakan, terjadi ketidaksesuaian target pelaksanaan di Dinas Pendidikan dan DPKPTB dengan target perencanaan dalam RPJMD. Ada fluktuasi alokasi anggaran dengan jumlah target yang akan direhab atau dibangun dalam rentang tahun 2016-2018.

Dari APBD Kabupaten Serang tahun 2016-2018, Kabupaten Serang telah mengalokasikan anggaran pendidikan tahun 2016 untuk kegiatan pembangunan ruang kelas baru dan rehabilitasi ruang kelas Sekolah Dasar sebesar Rp 39.028.328.800 dengan target 160 ruang kelas walaupun hanya tercapai 81 ruang kelas saja, kemudian 2017 sebesar Rp 37.178.821.000 dengan target 284 ruang kelas akan tetapi yang terealisasikan yaitu 217 ruang kelas dan 2018 sebesar Rp 29.429.191.700 dengan target sebanyak 326 ruang kelas.

“Namun terjadi ketidaksesuaian anggaran dengan target karena dalam tiga tahun anggaran rehab dan pembangunan ruang kelas baru sekolah dasar terus menurun sementara jumlah target yang dialokasikan semakin naik,” katanya.

Ia menilai, bahwa ada masalah tata kelola pembangunan pendidikan dasar di Serang. Ada ketidakakuratan dalam data, keterlambangan pembangunan dan pengusulan rehabilitasi dan pembangunan yang tidak akurat.

Disampaikan Bahrul, perlu ada strategi khusus peta jalan (roadmap) percepatan perbaikan sekolah rusak untuk menyelesaikan banyaknya ruang kelas yang dalam rusak sedang dan rusak berat.

“Jika tidak ditangani dengan maksimal oleh pemerintah daerah maka ruang kelas akan semakin bertambah. Karena usia bangunan dan pemeliharaan yang kurang dari pihak sekolah,” katanya.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More