USD
Rp14.096
(+0.1%)
SGD
Rp10.401
(+0.04%)
EUR
Rp15.956
(+0.12%)
AUD
Rp10.044
(+0.5%)
DKK
Rp2.138
(+0.12%)
SEK
Rp1.508
(+1.27%)
CAD
Rp10.621
(+0.4%)
NZD
Rp9.652
(+0.44%)
GBP
Rp18.314
(-0.37%)
HKD
Rp1.796
(+0.11%)
JPY
Rp127
(+0.15%)
SAR
Rp3.759
(+0.09%)
CNY
Rp2.085
(+0.03%)
MYR
Rp3.453
(+0.24%)
THB
Rp452
(-0.03%)

Benarkah Sering Makan Ikan Kurangi Gejala Rematik?

Milenia.id – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan konsumsi ikan. Ajakan Susi dilakukan melalui video yang dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Saya ingin mengkampanyekan untuk kita semua agar tambah minat dan menyenangi makan ikan, karena ikan sehat dan banyak protein,” kata Susi melalui video yang dirilis oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Ia juga berharap dengan meningkatnya konsumsi ikan, masyarakat Indonesia bisa tumbuh sehat, juga anak-anak bisa semakin pintar. Susi juga berkelakar jika tidak makan ikan, maka ia akan menenggelamkan layaknya kapal-kapal pencuri ikan di laut Indonesia.

“Yang tidak makan ikan saya tenggelamkan,” kata Susi.

Ancaman Susi yang bakal menenggelamkan masyarakat Indonesia jika tidak makan ikan tentu bukan tanpa alasan.  Sebagai negara dengan kekayaan laut yang melimpah, tidak sebanding dengan jumlah konsumsi ikan masyarakat.

Sebagai informasi, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih terbilang rendah dibandingkan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Padahal laut Indonesia jauh lebih luas dibandingkan kedua negara tersebut.

Dibandingkan negara tetangga, konsumsi ikan di Indonesia masih terbilang sangat rendah sebesar 41 kg per kapita per tahun. Sedangkan Singapura sudah mencapai 80 kg per tahun, Malaysia 70 kg per kapita per tahun, dan Jepang mencapai 100 kg per kapita per tahun.

Rajin mengkonsumsi ikan tentu punya banyak manfaat. Contohnya mengurangi gejala rematik. Benarkah demikian?

Peneliti menemukan fakta bahwa orang yang makan ikan minimal dua kali seminggu mengalami gejala rematik yang lebih ringan dibanding dengan orang yang makan ikan sekali per bulannya.

Fakta ini dilaporkan oleh Dr. Sara Tedeschi, dari Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School, dalam jurnal Arthritis Care & Research. Sebagai ketua penelitian, Dr. Tedeschi menemukan fakta bahwa gejala penyakit ini bahkan terus berkurang setiap kali Anda menambah porsi ikan setiap minggunya.

Rematik sendiri adalah kondisi kronis yang terus berkembang di mana sistem kekebalan tubuh mengalami kekeliruan dan menyerang sendi. Akibatnya, kondisi ini mengakibatkan peradangan, pembengkakan, dan rasa nyeri. Jika dibiarkan, peradangan bisa menyebabkan kerusakan tulang rawan. Kondisi ini menyebabkan sendi kaku, bengkok, dan sulit digerakkan.

Penelitian ini dilakukan menggunakan data dari 176 orang pasien rematik. Para peserta ini mengisi kuisioner yang berisi pertanyaan seberapa sering mereka makan ikan di tahun sebelumnya apakah kurang dari sebulan sekali, sebulan sekali, sekali atau dua kali seminggu, atau lebih dari dua kali seminggu. Selain itu, peneliti juga meminta menyebutkan jenis ikan yang dimakan dan bagaimana cara memasaknya. Cara memasak yang tidak diperbolehkan yaitu ikan digoreng, kerang yang tidak dikeringkan, atau mencapurkan ikan dalam bahan makanan. Hal ini dapat mempengaruhi kandungan EPA dan DHA.

Seberapa parahnya penyakit kemudian diukur dengan menggunakan skor aktivitas penyakit yang disebut DAS28-CRP. Caranya dengan mengukur jumlah sendi yang membengkak di 28 lokasi serta adanya protein C-reaktif yang menjadi penanda peradangan.

Peneliti juga mempertimbangkan jenis kelamin, indeks massa tubuh atau BMI, merokok atau tidak, konsumsi suplemen minyak ikan, obat, dan lainnya. Dari hasil penelitian, didapatkan fakta bahwa semakin banyak makan ikan dalam seminggu maka semakin berkurang pula gejala rematik yang dirasakan.

Nutrisi dalam ikan membantu mengurangi peradangan ikan paling sehat

Dilansir dari hellosehat.com, Para peneliti menarik simpulan bahwa kandungan asam lemak omega 3 DHA dan EPA-lah yang berperan dalam hal ini. Keduanya merupakan antiradang yang ampuh. Omega 3 terdiri dari DHA dan EPA yang biasanya ditemukan pada jenis ikan tertentu seperti salmon, sarden, dan tuna.

Omega 3 juga ditemukan dalam tanaman seperti biji rami, kenari, dan sayuran berdaun hijau, tetapi tidak mengandung DHA atau EPA. Oleh karena itu, sumber omega 3 yang bisa memberikan manfaat untuk mengurangi gejala rematik hanyalah ikan.

Bahkan, suplemen minyak ikan juga terbukti efektif mengatasi radang sendi pada orang rematik. Pasalnya, minyak ikan mengandung DHA dan EPA. Oleh sebab itu, pasien rematik yang diberikan suplemen minyak ikan juga mengalami hal yang sama, yaitu rasa sakit yang berkurang dibanding biasanya.

Akan tetapi, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk membuktikan apakah benar gemar makan ikan bisa mengurangi gejala rematik. Pasalnya, menurut Daniela di Giuseppe, Ph.D., di Karolinksa Institute di Stockholm, yang juga mempelajari hubungan antara rematik dan makan ikan menyatakan mungkin saja hal ini disebabkan karena orang tersebut juga menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Dengan begitu, hal ini memengaruhi kondisi kesehatannya secara keseluruhan.

Meski begitu, ikan memang mengandung banyak lemak yang baik untuk kesehatan. Bahkan, American Heart Association menyatakan bahwa makan ikan dua kali seminggu juga membantu menurunkan risiko stroke dan menjaga kesehatan jantung. Namun, Anda juga tetap harus memilih jenis ikan yang aman dikonsumsi dan sedikit mengandung merkuri apalagi pada anak-anak dan wanita hamil.

Para milenials wajib konsumsi ikan. Jangan sampai kita ikut ditenggelamkan seperti kapal – kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia kita.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More