USD
Rp14.110
(+0.23%)
SGD
Rp10.406
(+0.17%)
EUR
Rp15.976
(+0.01%)
AUD
Rp10.094
(+0.14%)
DKK
Rp2.141
(+0.02%)
SEK
Rp1.527
(-0.12%)
CAD
Rp10.664
(+0.13%)
NZD
Rp9.694
(+0.17%)
GBP
Rp18.246
(-0.04%)
HKD
Rp1.798
(+0.23%)
JPY
Rp128
(+0.32%)
SAR
Rp3.762
(+0.24%)
CNY
Rp2.085
(+0.13%)
MYR
Rp3.461
(+0.05%)
THB
Rp452
(+0.11%)

Korban Tsunami Selat Sunda Harap Segera Miliki Hunian Tetap

Milenia.id –– Warga Kabupaten Pandeglang, Banten, yang rumahnya rusak berat akibat tsunami dan sampai sekarang masih tinggal di pengungsian berharap segera memiliki hunian tetap.  Mereka yang menjadi korban gelombang tsunami Selat Sunda ini berharap bisa segera meninggalkan posko pengungsian.

“Kami berharap huntap dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” kata Amin, warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (26/1).

Amin dan korban bencana lainnya sampai sekarang masih menunggu kepastian bantuan dari pemerintah daerah untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018.

“Kami pasrah dan menerima jika harus direlokasi ke tempat yang lebih aman,” kata Amin, dilansir dari Antara.

Saman dan Aminah, suami istri asal Labuan yang sudah sebulan tinggal di pengungsian, juga mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang hancur akibat tsunami.

“Rumah hancur diterjang tsunami hingga rata dengan tanah, namun beruntung keluarga selamat,” kata Saman.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pemerintah daerah mengusulkan pembangunan 825 hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak tsunami berdasarkan data rumah warga yang rusak akibat tsunami. Ia mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membantu pembangunan 717 huntap bagi korban tsunami yang berlangsung hingga tiga bulan ke depan.

Rencananya, penyediaan lahan untuk membangun hunian tetap bagi korban bencana tersebut berlokasi di Kabupaten Pandeglang yang tersebar di 6 titik.

“Kami berharap pembangunan huntap itu dipercepat dan dibangun 825 unit,” katanya.

Sebagai upaya pemulihan pasca bencana,  Pemerintah Provinsi Banten sudah menyiapkan tanah untuk pembangunan hunian tetap bagi korban tsunami Selat Sunda seluas 17,89 hektar.

Luas lahan tersebut yang nantinya bakal digunakanan sebagai lokasi pembangunan hunian tetap bagi warga yang rumahnya rusak akibat gelombang tsunami Selat Sunda.

Seperti diketahui Provinsi Banten mengalami bencana akibat tsunami Selat Sunda, akhir tahun lalu. Akibat bencana tersebut sebanyak 317 orang meninggal dunia, 757 orang luka – luka dan 3 orang hilang. Sementara kerugian material mencapai 1091 rumah rusak, 108 kendaraan roda empat, 95 kendaraan roda dua, 102 perahu, serta 37 hotel/villa rusak.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More