USD
Rp14.096
(+0.1%)
SGD
Rp10.401
(+0.04%)
EUR
Rp15.956
(+0.12%)
AUD
Rp10.044
(+0.5%)
DKK
Rp2.138
(+0.12%)
SEK
Rp1.508
(+1.27%)
CAD
Rp10.621
(+0.4%)
NZD
Rp9.652
(+0.44%)
GBP
Rp18.314
(-0.37%)
HKD
Rp1.796
(+0.11%)
JPY
Rp127
(+0.15%)
SAR
Rp3.759
(+0.09%)
CNY
Rp2.085
(+0.03%)
MYR
Rp3.453
(+0.24%)
THB
Rp452
(-0.03%)

Waspada DBD,  Dinkes Kota Tangerang Imbau Warga Pantau Jentik Nyamuk

Milenia.id – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang melakukan upaya pencegahan bertambahnya penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan mencatat, sejak awal tahun 2019 ada 21 orang di Kota Tangerang telah menjadi penderita DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi meminta lembaga sekolah,  kader lingkungan dan masyarakat turun aktif membantu pemerintah kota dalam upaya pencegah bertambahnya penderitaan DBD.

“DBD bisa menjadi wabah karena berulang-ulang menghisap darah dari satu orang ke orang lain lewat perantara nyamuk Aides aegypti. Untuk itu 4M Plus dan Jumantik intensitasnya akan ditingkatkan, dilakukan selama sebulan penuh secara kontinyu dan terus menerus,” kata dia.

Dikatakan Liza,  setidaknya ada tiga kategori dari DBD yang perlu diketahui masyarakat. Pertama,  kategori tersangka, kedua demam dengue, dan terakhir demam berdarah dengue.

“Kalau demam berdarah dengue itu oleh virus. Semua virus itu menghasilkan panas. Kalau dia panas kita bisa bilang tersangka, kemudian kita periksa NS1-nya positif berarti dia punya virus dengue tapi tidak menyebabkan kebocoran darah. Baru yang ketiga kalau sudah bocor itulah yang dinamakan DBD,” jelas Liza.

“Dinkes sendiri bergerak dengan Program Gebrak Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4M Plus yang melibatkan kader-kader lingkungan. Ditambah Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang ada dirumah tangga dan sekolah lebih di intenskan lagi dengan satu rumah satu Jumantik,” tegas Kadinkes Kota Tangerang.

Sebagai informasi, 4M Plus artinya menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan memantau jentik nyamuk seminggu sekali. Plus disini artinya menghindari gigitan nyamuk menggunakan repelen anti nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, melakukan larvasidasi, dan menggunakan kelambu.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More