USD
Rp14.110
(+0.23%)
SGD
Rp10.406
(+0.17%)
EUR
Rp15.976
(+0.01%)
AUD
Rp10.094
(+0.14%)
DKK
Rp2.141
(+0.02%)
SEK
Rp1.527
(-0.12%)
CAD
Rp10.664
(+0.13%)
NZD
Rp9.694
(+0.17%)
GBP
Rp18.246
(-0.04%)
HKD
Rp1.798
(+0.23%)
JPY
Rp128
(+0.32%)
SAR
Rp3.762
(+0.24%)
CNY
Rp2.085
(+0.13%)
MYR
Rp3.461
(+0.05%)
THB
Rp452
(+0.11%)

Kyai Sepuh NU Dukung Jokowi -Ma’aruf Amin

Milenia.id – Puluhan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur menyatukan dukungannya bagi JokowiMa’ruf Amin dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019. Dukungan dari puluhan kiai sepuh ini diketahui saat pertemuan tertutup dengan cawapres Ma’ruf Amin, di Surabaya, pada Rabu (23/1) malam.

“Kami kiai-kiai Jatim dan tentu pasti warga NU satu kata, satu kalimat, satu barisan, dalam Pilpres yang akan datang, suara kita untuk Kiai Ma’ruf,” ujar perwakilan kiai sepuh NU, KH Anwar Iskandar.

Anwar mengatakan, dalam pertemuan itu hadir puluhan kiai yang merupakan representasi dari kiai-kiai Jawa Timur.  Selain dukungan bagi Jokowi-Ma’ruf, mereka juga menyepakati akan mengoptimalkan basis suara yang dimiliki, terutama melalui jaringan pondok pesantren dan alumni yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Dengan optimalisasi jaringan itu, Anwar meyakini perolehan suara Jokowi-Ma’ruf bisa mencapai minimum 70 persen di Jawa Timur. Adapun, para kiai sepuh NU Jatim juga menyetujui sebuah upaya besar yang akan dilakukan PBNU untuk melakukan istighotsah dalam rangka memperingati hari lahir NU sekaligus mendoakan keselamatan bangsa dan negara.

“Kita menyetujui untuk mengusulkan ke PBNU pentingnya istighotsah besar sebelum pemilu ini, di Jakarta demi keselamatan bangsa dan negara. Dalam rangka hari lahir NU, kita kumpulkan sekian juta (kader NU) di Jakarta,” ujar dia, dilansir dari Republika.co.id.

Kiai yang hadir dalam pertemuan itu yakni pendiri pondok pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, pengasuh pondok pesantren Al Falah KH Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pesantren Al Amin, KH Anwar Iskandar dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar. Selain itu turut hadir kiai sepuh lain yakni KH Fuad Mun’im Jazuli, KH Abdullah Kafabih, KH Ali Masyhuri, KH Idris Hamid, KH Nuruddin, KH A Muqsit Idris, KH Ja’far Yusuf dan KH Abdul Matin.

Kemudian KH Syafi’uddin Wahid, KH A Salam, KH Abd A’la, KH Mutawakkil Alallah, KH Ubaidillah Faqih, LH Ahmad Fahrur Rozi, KH Abdulhadi, KH Syamli Muqsith, KH Fuad, dan KH Ramdlan Siraj.

Baca Juga
Komentar
Loading...

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More